kemayu bangsa ini tak berdaya
diinjak harga diri biasa sajalah
kiranya tak perlu membela
itulah dalam pikirannya
roda-roda industri berjalan hari ini
bukan lagi roda itu bertenaga mesin
juga bukan tenaga atom yang membuat gerah
hanyalah kuli pribumi berjumlah ratusan juta
dan si roda itu?
siapakah yang punya?
yakin saya itu bukan oran-orang itu yang punya
buat apa lagi jadi kuli toh?
tahukah saudara tentang surga minyak di cepu?
juga tanah emas di papua?
atau timah mutu jempol 4 jari di bangka?
di sanalah sebagian roda itu berjalan
seseorang pernah berkeluh tentang ini
“itu di cepu, kita yang eksplorasi, ita juga yang dieksploitasi, hasilnya malah bukan kita yang dapati, penuhlah pemerintah kita berhamba di kaki si adidaya”
sebenarnya diri pribadi hamba tak mengerti istilah dia saudara,
tapi sepertinya memang miris sekali ya saudara?
“berikan kita limbah-limbah beracun, berikan kita kerusakan tanah negeri, mereka ambil pula kita punya emas”
katanya burung yang bergosip,
ada juga gedung berpagar tinggi dalam kemeriahan istana para raja,
di sebelahnya pribumi telanjang masih makan orang
geruduk tiap malam pun berbunyi berisik di bangka sana
mengeruk timah dalam loyang-loyang reksasi
kabarnya kini sudah hampir habislah kristal-kristal pembuat pelastik itu tanpa dapati kita hasilnya yang kelihatan
sementara orang-orang melayu di sana masih juga tidak keluar dari predikat kuli di kasta hidup makan sekali dua di tiap jenak hari
ada lagi dongeng tentang gadis perawan kita di negeri tetangga
mengais kepingan dollar di sana katanya
gadis perawan kita memang kuat bukan saudara?
srikandi kalau kata bapak dalang
mafhumlah engkau saudara
srikandi-srikandi kita itu bersimbah keringat, lendir, bahkan darah di sana
ya sebenar-benarnya
keringat, lendir, dan darah saudaraku..
ada yang diperkosa
dipukuli dan dianiaya
tak dibayar pula gajinya
hanya dicolek hitungannya mungkin adalah sudah untung
meronta tak guna
menangis tak faedah
menuntut tak manfaat
menghiba sia-sia
kenapakah saudara? ini pastilah ada yang salah saudara..
rupa-rupanya tak ada yang menggubris mereka itu saudara
mati kutu pemerintah kita dalam takut saudara
terkencing-kencing dalam celana pemerintah kita itu saudara
tak adalah harga diri
apatah lagi kehormatan
yang tersandang dalam peci-peci mereka hanya kemaruk saja
tergopoh mereka dalam sarung-sarung yang gemerincing rupiah hasil sogokan para tetangga
kemarin dulu ada katanya wakil rakyat digelandang masuk bui
katanya mencopet uang orang dia itu
luar biasa memang para pewakil kita,
muka bersih berseri tersenyum-senyum, tangan di dalam celana meliuk cari objekan
pernah dengar hasil ekspor negeri kita yang terhebat dan paling fenomenal?
asap
ya, asap
diproduksi di borneo sana
produk asap ini dihasilkan dari pabrik-pabrik hutan jutaan hektare yang menghijau royo-royo
proses pembuatannya gampang sekali
ada sedikit pemantik api, ada sedikit gesek-gesekan, ada sedikit motif huma
jadilah produk berkualitas tinggi kita ini
saudara, orang banyak bilang budaya bangsa ini adalah ramah, kasih, rajin, suka menolong, murah senyum, bergotong royong.
tapi diri pribadi hamba heran, kok ya kemarin dulu ambon manise kebakaran
orang papua menenteng panah
dayak madura tusuk-tusukan
kok ya aneh begitu..
miskin kan katanya orang melayu ini sekarang saudara?
motor mobil tapinya laris terus
handphone terbaru laiknya kacang goreng habis sekelebat
belum ini kita bicara tontonan saudara
belum pakaian muda-muda
sekolahan juga
masih banyak..
cape,
nanti dilanjutkan lagi
kapan-kapan,
ya saudara?
http://belajarmenulis.wordpress.com/2008/05/04/satu/